|
|
Start
up. Tanggal 15 September 2014, hari dimana ku mulai
kisahku sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Eknomi dan Bisnis, Universitas
Muhammadiyah Magelang (UMMagelang). Kala itu aku menyandang beasiswa prestasi
sebagai pijakan perkuliahan selama 4 tahun kedepan. Gelar prestasi memacu
semangatku agar benar-benar menjadi mahasiswa berprestasi khususnya di
Universitas. Berbagai macam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) mulai kulirik
sesuai minat & bakat sebagai media pengasah softskill. Alhasil, diawal masa perkuliahan, aku tertarik dengan
Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Ekonomi (IMM Komek) dan Unit Kegiatan
Mahasiswa (UKM) Olahraga. Dua ormawa inilah penempa kepribadian sebagai penyumbang
terbesar kesuksesanku sebagai mahasiswa.
Prestasi akademis.
Mahasiswa penyandang beasiswa prestasi wajib mempertanggungjawabkan gelar
prestasinya, baik akademis maupun non akademis. Berawal dari kepercayaan
fakultas untuk mengirimkan mahasiswa dalam Olimpiade Ekonomi se-Jawa Tengah
Tahun 2015 yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas
Pekalongan (Unikal) pada tanggal 5 Maret 2015, inilah pertama kalinya aku melangkah.
Kala itu baru saja kuselesaikan semester I (pertama) di Program Studi Manajemen
Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Hasil Indeks Prestasi (IP) 4-ku lah yang menurutku
menjadi sebab diikutsertakannya dalam olimpiade ekonomi ini. Bersama 5
mahasiswa lain dari semester 1, 3 dan 5, kami berangkat ke Unikal dengan
didampingi Ibu Dosen dan Pak Sopir. Hasilnya bisa dibilang mengecewakan, kami
berenam yang terbagi atas 2 kelompok tidak mendapat juara satupun. Namun, aku
yakin inilah pengalaman awal untuk kesuksesan dimasa depan.
Prestasi Non Akademis,
berawal dari event yang
diselenggarakan oleh Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIKMA)
Universitas Muhammadiyah Magelang, sebuah ajang pemilihan “Duta Generasi
Berencana” ku ikuti. Meskipun belum tahu menahu, apa itu “Duta Generasi
Berencana”, aku nekat ikut untuk menambah pengalaman. Pemenang Duta Genre
tingkat universitas akan mewakili Kabupaten Magelang untuk berlaga di tingkat karesiden kedu. Bermodalkan seorang partner
kelasku, kami mengikuti event tersebut. Hasilnya? Partnerku-lah juara satu,
sedangkan aku baru diurutan ke-2 (Runner-up
1), Alhamdulillah, meskipun belum bisa mewakili Kabupaten Magelang ke
tingkat karesidenan kedu, paling tidak aku tahu apa itu Duta Genre. Prestasi
akademik belum, non akademikpun juga belum, mungkin belum waktunya, yang
penting dapat pengalaman, pikirku sesaat.
Beberapa
hari setelah event pemilihan Duta Genre tingkat universitas, tak disangka aku
mendapat tawaran untuk mendampingi 1 pasang Duta Genre Kabupaten Magelang berlaga
di tingkat karesidenan, bertempat di
Kabupaten Purworejo kala itu. Alhamdulillah, kusambut baik kesempatan ini untuk
menambah pengalaman baru. Hasilnyapun belum berpihak pada Kabupaten Magelang,
namun pengalaman telah memihakku. Banyak hal yang ku dapatkan dari event ini, mengenalkanku akan hal baru,
tentang sebuah konsep “Duta Genre”. Selepas event
pemilihan duta genre tingkat karesidenan, tiba-tiba saja aku ditarik untuk
bergabung dengan PIKMA sebagai anggota, dan akupun senang bergabung didalamnya.
Komting.
Pada awal semester 2, hariku disambut dengan informasi dari kepala Program
Studi Manajemen, bahwa universitas membuka pendaftaran beasiswa bidikmisi kuota
tambahan untuk beberapa mahasiswa. Inilah kelebihan seorang komting kelas bahwa pasti selangkah
lebih maju dalam hal informasi. Tanpa pikir panjang, untuk lebih meringankan
beban orang tua dalam biaya kuliah, ku ajak kawan-kawanku mendaftar beasiswa
ini. Meskipun sudah berstatus mahasiswa beasiswa prestasi, apa salahnya jika
ada hal lebih yang bisa kudapatkan. Alhamdulillah, singkat cerita akhirnya kami
diterima sebagai mahasiswa bidikmisi. Tahun 2014 merupakan tahun spesial,
karena tahun ini adalah pertama kalinya Universitas Muhammadiyah Magelang
menerima mahasiswa beasiswa bidikmisi. Perolehan beasiswa bidikmisi ini
tentunya merupakan nikmat baru yang Allah berikan khususnya kepadaku. Prestasi harus
lebih aku torehkan agar beasiswa yang aku terima tidak menjadi prasangka salah
sasaran, apalagi jenis beasiswa bidikmisi ini menggunakan uang rakyat sebagai
salah satu komponennya. Sehingga secara tidak langsung penerima beasiswa ini
menggunakan uang rakyat sebagai modal pembelajaran.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar