27 Apr 2020

A Brief Story of My Life






Start up. Tanggal 15 September 2014, hari dimana ku mulai kisahku sebagai mahasiswa Program Studi Manajemen, Fakultas Eknomi dan Bisnis, Universitas Muhammadiyah Magelang (UMMagelang). Kala itu aku menyandang beasiswa prestasi sebagai pijakan perkuliahan selama 4 tahun kedepan. Gelar prestasi memacu semangatku agar benar-benar menjadi mahasiswa berprestasi khususnya di Universitas. Berbagai macam Organisasi Kemahasiswaan (Ormawa) mulai kulirik sesuai minat & bakat sebagai media pengasah softskill. Alhasil, diawal masa perkuliahan, aku tertarik dengan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah Komisariat Ekonomi (IMM Komek) dan Unit Kegiatan Mahasiswa (UKM) Olahraga. Dua ormawa inilah penempa kepribadian sebagai penyumbang terbesar kesuksesanku sebagai mahasiswa.

Prestasi akademis. Mahasiswa penyandang beasiswa prestasi wajib mempertanggungjawabkan gelar prestasinya, baik akademis maupun non akademis. Berawal dari kepercayaan fakultas untuk mengirimkan mahasiswa dalam Olimpiade Ekonomi se-Jawa Tengah Tahun 2015 yang diadakan oleh Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Pekalongan (Unikal) pada tanggal 5 Maret 2015, inilah pertama kalinya aku melangkah. Kala itu baru saja kuselesaikan semester I (pertama) di Program Studi Manajemen Fakultas Ekonomi dan Bisnis. Hasil Indeks Prestasi (IP) 4-ku lah yang menurutku menjadi sebab diikutsertakannya dalam olimpiade ekonomi ini. Bersama 5 mahasiswa lain dari semester 1, 3 dan 5, kami berangkat ke Unikal dengan didampingi Ibu Dosen dan Pak Sopir. Hasilnya bisa dibilang mengecewakan, kami berenam yang terbagi atas 2 kelompok tidak mendapat juara satupun. Namun, aku yakin inilah pengalaman awal untuk kesuksesan dimasa depan.

Prestasi Non Akademis, berawal dari event yang diselenggarakan oleh Pusat Informasi dan Konseling Mahasiswa (PIKMA) Universitas Muhammadiyah Magelang, sebuah ajang pemilihan “Duta Generasi Berencana” ku ikuti. Meskipun belum tahu menahu, apa itu “Duta Generasi Berencana”, aku nekat ikut untuk menambah pengalaman. Pemenang Duta Genre tingkat universitas akan mewakili Kabupaten Magelang untuk berlaga di tingkat karesiden kedu. Bermodalkan seorang partner kelasku, kami mengikuti event tersebut. Hasilnya? Partnerku-lah juara satu, sedangkan aku baru diurutan ke-2 (Runner-up 1), Alhamdulillah, meskipun belum bisa mewakili Kabupaten Magelang ke tingkat karesidenan kedu, paling tidak aku tahu apa itu Duta Genre. Prestasi akademik belum, non akademikpun juga belum, mungkin belum waktunya, yang penting dapat pengalaman, pikirku sesaat.
Beberapa hari setelah event pemilihan Duta Genre tingkat universitas, tak disangka aku mendapat tawaran untuk mendampingi 1 pasang Duta Genre Kabupaten Magelang berlaga di tingkat karesidenan, bertempat di Kabupaten Purworejo kala itu. Alhamdulillah, kusambut baik kesempatan ini untuk menambah pengalaman baru. Hasilnyapun belum berpihak pada Kabupaten Magelang, namun pengalaman telah memihakku. Banyak hal yang ku dapatkan dari event ini, mengenalkanku akan hal baru, tentang sebuah konsep “Duta Genre”. Selepas event pemilihan duta genre tingkat karesidenan, tiba-tiba saja aku ditarik untuk bergabung dengan PIKMA sebagai anggota, dan akupun senang bergabung didalamnya.

Komting. Pada awal semester 2, hariku disambut dengan informasi dari kepala Program Studi Manajemen, bahwa universitas membuka pendaftaran beasiswa bidikmisi kuota tambahan untuk beberapa mahasiswa. Inilah kelebihan seorang komting kelas bahwa pasti selangkah lebih maju dalam hal informasi. Tanpa pikir panjang, untuk lebih meringankan beban orang tua dalam biaya kuliah, ku ajak kawan-kawanku mendaftar beasiswa ini. Meskipun sudah berstatus mahasiswa beasiswa prestasi, apa salahnya jika ada hal lebih yang bisa kudapatkan. Alhamdulillah, singkat cerita akhirnya kami diterima sebagai mahasiswa bidikmisi. Tahun 2014 merupakan tahun spesial, karena tahun ini adalah pertama kalinya Universitas Muhammadiyah Magelang menerima mahasiswa beasiswa bidikmisi. Perolehan beasiswa bidikmisi ini tentunya merupakan nikmat baru yang Allah berikan khususnya kepadaku. Prestasi harus lebih aku torehkan agar beasiswa yang aku terima tidak menjadi prasangka salah sasaran, apalagi jenis beasiswa bidikmisi ini menggunakan uang rakyat sebagai salah satu komponennya. Sehingga secara tidak langsung penerima beasiswa ini menggunakan uang rakyat sebagai modal pembelajaran.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar