Softskill. Sebagai anggota suatu ormawa, terlebih kategori junior. Pasti disibukkan dengan orientasi organisasi dan berbagai tugas-tugasnya. Alhamdulillah, dua semester berjalan lancar dengan nilai IP yang memuaskan (aman diangka 4,00). Nilai IP 4 ini kadang menjadi pertanyaan teman sekelas, dengan 3 ormawa kampus yang ku ikuti, IMM, UKM Olah Raga, dan PIKMA namun tetap bisa menjaga stabilitas nilai. Jawabannya adalah ketepatan kombinasi prioritas, tepat kapan waktunya belajar, kapan waktunya berorganisasi, dan kapan waktunya istirahat. Ketepatan kombinasi ini yang memperlancar aktivitas ku kedepan. Alhamdulillah, dengan 3 organisasi yang ku ikuti, cukup menguras tenaga & fikiran. Namun, jangan salah bahwa pengalaman dan ilmu-ilmu baru banyak kudapatkan dari organisasi-organisasi ini. Nikmat selanjutnya adalah bahwa sampai diakhir semester 4, masih dapat aku pertahankan nilai IPK 4,00.
Amanah Baru. Hampir separuh perjalananku sebagai mahasiswa terlalui dengan penuh antusias dan keceriaan. Juga masih aktif di 3 ormawa, sekaligus naik jabatan. Di IMM, mendapat kepercayaan sebagai Kepala Bidang Tabligh dan Kajian Keislaman; UKM OlahRaga sebagai Kepala Devisi Tenis Meja; dan PIKMA dipercaya sebagai wakil ketua (Ketua II) yang kurasa paling berat disebabkan tugas untuk mem-backup tanggung jawab ketua umum. Namun, dengan tetap mengucap “Alhamdulillah”, amanah baru ini berusaha kujalankan dengan sebaik-baiknya.
Bisa dibilang semester 5 dan tahun 2016, adalah puncaknya perolehan amanah baru sebagai mahasiswa. Bercerita tentang tanggung jawab sebagai wakil ketua umum PIKMA, sekitar awal Bulan Agustus, kami mendapatkan informasi dari Dinas Sosial (Bapermas Puan KB) yang membidangi Duta Genre di Kabupaten Magelang bahwa tahun 2016 diadakan pemilihan Duta Genre langsung ditingkat Provinsi Jawa Tengah. UMMagelang melalui PIKMA diminta mengirimkan satu pasang Duta Genre untuk mengikuti ajang tersebut mewakili Kabupaten Magelang. Namun, disebabkan kesibukan pengurus dan anggota PIKMA, maka pemilihan Duta Genre di tingkat universitas tahun 2016 belum sempat kami adakan. Akhirnya pengurus PIKMA menunjuk mahasiswa untuk mengikuti ajang tersebut. Di akhir agustus, lebih kurang sepekan sebelum ajang perlombaan provinsi berlangsung, peserta putra yang telah kami tunjuk tidak mengkonfirmasi keikutsertaannya dalam ajang ini. Akhirnya aku memberanikan diri untuk menggantikan yang bersangkutan untuk maju ke tingkat provinsi.
Berbekal pengalaman yang ada saat pemilihan Duta Genre di tingkat universitas, dan keikutsertaan dalam pendampingan di tingkat karesidenan tahun 2015, serta bimbingan dari mentor-mentor duta tahun 2015, aku memberanikan diri dan memantapkan hati untuk memberikan yang terbaik untuk Kabupaten Magelang. Hasilnya, Alhamdulillah Allah melalui Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Perwakilan Provinsi Jawa Tengah memberikan amanah baru sebagai Duta Genre Tingkat Provinsi Tahun 2016.
Juara 1 Duta Genre, selain berhak mewakili Provinsi Jawa Tengah ke tingkat nasional dalam Pemilihan Duta Genre Indonesia Tahun 2016, juga mengemban tugas sebagai role-model “Generasi Berencana” bagi remaja dan masyarakat Jawa Tengah untuk dapat merencanakan kehidupan mendatang. Berbekal persiapan yang matang, aku bersama Duta Genre Putri Provinsi Jawa Tengah maju ke tingkat nasional, kala itu tanggal 21-25 November bertempat di Kota Bogor. Alhamdulillah, trofi Juara Kreator Putra Duta Genre Indonesia 2016 ku persembahkan untuk masyarakat Jawa Tengah, sehingga kembali aku mendapatkan amanah baru diakhir tahun 2016 ini.
Suasana Baru. Menjadi seorang duta tentunya tidaklah mudah. Saran & kritik baik membangun maupun menjatuhkan, pujian & hinaan hampir selalu ada disetiap keadaan. Inilah suasana baru diawal tahun 2017. Kuisi hari-hariku dengan tetap belajar, berorganisasi, dan satu lagi “mengabdi”. Berbagai tawaran untuk berbagi cerita, motivasi, dan sekedar diskusi, sangat riang kujalani tanpa keraguan. Kesibukanku bertambah ketika universitas mengamanahkan gelar Mahasiswa Berprestasi (Mawapres) kepadaku, tepatnya tanggal 3 Maret 2017. Juara 1 Mahasiswa Berprestasi tingkat universitas akan ditugaskan untuk mengikuti ajang pemilihan mahasiswa berprestasi di tingkat Kopertis VI Jawa Tengah.
Sebuah suasana baru lagi saat harus memaparkan karya tulis didepan para taruna Akademi Militer Magelang dan rekan-rekan mahasiswa dari berbagai universitas di Indonesia dalam Seminar yang diselenggarakan oleh Departemen Sosial Akademi Militer Magelang. Padahal, tahun-tahun sebelumnya aku duduk hanya sebagai pendengar. Artikel yang aku paparkan adalah karya tulis yang akan kusampaikan pada pemilihan Mawapres di Tingkat Kopertis tepatnya 18 April 2017. Hasilnya? Dari 6 (enam) juara yang ditentukan dan akan mewakili Kopertis VI ke ajang Mawapres tingkat nasional, namaku tidak disebut. Tak lama setelah itu, salah satu dewan juri menemuiku secara personal dan menyampaikan “Ibrahim, I’m so sorry, you are the next one”. Beliaulah Prof. Karno dari Universitas Negeri Tidar Magelang. Mendengar beliau, tercipta semangat baru bahwa tinggal sedikit lagi, aku perlu berusaha lebih keras, jangan pantang menyerah. Apa yang aku dapat pastilah sesuai dengan apa yang aku usahakan. Bukan berarti setelah kompetisi dan belum berhasil, lalu selesai. Namun, tugas mahasiswa berprestasi sebagai motivator dan terus meningkatkan prestasi masih tetap menjadi salah satu satu tanggung jawabku.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar